
TernateNews – Aktivitas penambangan PT Smart Marsindo di Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, mendapat sorotan dari Forum Mahasiswa Lingkar Tambang Halmahera Tengah. Sorotan itu muncul karena perusahaan dinilai belum merealisasikan pembangunan gedung SMA Negeri 3 Halmahera Tengah, meski peletakan batu pertama telah dilakukan sejak November 2025.
PT Smart Marsindo merupakan perusahaan pertambangan milik Shanty Alda Natalia yang beroperasi di wilayah Pulau Gebe. Hingga awal Februari 2026, pembangunan gedung sekolah yang dijanjikan belum juga berjalan.
Koordinator Forum Mahasiswa Lingkar Tambang Halmahera Tengah, Rizal Damola, saat dikonfirmasi menagih komitmen perusahaan terkait pembangunan gedung sekolah itu. Ia menyebutkan, keberadaan aktivitas tambang yang berdekatan dengan sekolah saat ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan siswa dan guru.
“PT Smart Marsindo harus menghentikan aktivitas penambangannya di Pulau Gebe. Sebelum siswa dan siswi direlokasi ke gedung sekolah yang baru. Gedung sekolah saat ini hanya berjarak kurang lebih 100 meter dari lokasi tambang,” ujarnya.
Selain dinilai membahayakan keselamatan dalam jangka panjang, aktivitas pertambangan tersebut juga disebut mengganggu proses belajar mengajar. Kebisingan alat berat menjadi salah satu dampak yang dirasakan langsung oleh pihak sekolah.
“Penambangan yang berdekatan dengan sekolah rawan longsor dan dapat mengancam keselamatan siswa dan guru,” kata Rizal. Ia menegaskan, apabila perusahaan terus mengabaikan aspek kenyamanan dan keselamatan siswa serta tenaga pendidik, pihaknya akan mengambil langkah tegas.
Salah satunya dengan menduduki kantor perusahaan dan melaporkan persoalan tersebut ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).b“Kami akan mendesak agar PT Smart Marsindo diberikan sanksi tegas berupa pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) sehingga tidak lagi beroperasi di Pulau Gebe,” katanya, tegas.
Rizal menambahkan, Forum Mahasiswa Lingkar Tambang Halmahera Tengah akan terus melakukan pemantauan terhadap realisasi janji perusahaan membangun gedung sekolah baru. “Kami tidak akan tinggal diam dan akan terus bersuara membela kepentingan sosial masyarakat yang saat ini dinilai terabaikan,” ucap Rizal, mengakhiri.



