Balai Bahasa Malut Gelar Diseminasi Produk Penerjemahan: Pamerkan 111 Buku Cerita Anak, Dorong Pelestarian Bahasa Daerah

TernateNews.com: Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara kembali memperkuat komitmennya dalam melestarikan bahasa dan budaya daerah melalui kegiatan Diseminasi Produk Penerjemahan yang digelar di Ternate. Acara ini menjadi ajang untuk memperkenalkan sekaligus mendapatkan masukan terhadap ratusan produk buku cerita anak hasil terjemahan yang telah dikembangkan sejak 2021.
Kepala Subbagian Umum Balai Bahasa Maluku Utara, Nurul Istiqamallah, mengungkapkan bahwa hingga tahun ini pihaknya telah menghasilkan 111 buku cerita anak terjemahan. Tahun 2023 menjadi momen istimewa karena beberapa karya diterjemahkan dalam tiga bahasa sekaligus, yakni bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing.
“Kita patut bersyukur dapat berkumpul membahas upaya penting dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan bahasa dan budaya kita,” ujar Nurul. Ia menekankan bahwa produk terjemahan tersebut bukan sekadar alat penyampai informasi, tetapi juga jembatan yang menghubungkan budaya serta memperkuat identitas bangsa.
Melalui program Cemara (Cerita Anak Maluku Utara), Balai Bahasa berharap karya-karya tersebut mampu meningkatkan akses pengetahuan bagi anak-anak di berbagai daerah. “Setiap orang, tanpa memandang latar belakang bahasa, dapat memahami dan menikmati karya-karya ini,” kata Nurul.

Nurul menjelaskan bahwa penerjemahan cerita anak berperan menanamkan nilai luhur dan kearifan lokal. Penyajian dalam dua bahasa membuat anak dapat merasakan keindahan cerita dalam Bahasa Indonesia maupun bahasa daerah, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya mereka.
Dukungan pun datang dari Dinas Pendidikan. Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Nurlela Sarbin, menyebut bahan bacaan berbahasa daerah untuk kurikulum muatan lokal masih sangat minim. Karena itu, pihaknya menyambut baik dan mengapresiasi upaya Balai Bahasa.
“Saya melihat produk terjemahan ini sangat bermutu. Cetakannya bagus, mulai dari kertas, font, hingga ilustrasinya sangat menarik untuk anak-anak,” ungkap Nurlela. Ia menambahkan bahwa ke depan, Dinas Pendidikan berencana bekerja sama dengan Balai Bahasa agar produk ini dapat digunakan sebagai bahan bacaan siswa SD.
Balai Bahasa Maluku Utara berharap, seluruh produk terjemahan ini dapat dimanfaatkan secara luas untuk memperkaya imajinasi anak, menumbuhkan minat baca, serta memperkuat kecintaan mereka terhadap bahasa dan budaya daerah.



