Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 Puncaki Program Revitalisasi Bahasa Daerah di Maluku Utara

TernateNews.com – Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025 menjadi puncak pelaksanaan program revitalisasi bahasa daerah di Maluku Utara. Kegiatan tahunan ini digelar di Lapangan Ngara Lamo, Soa-Sio, Ternate, Sabtu (8/11/2025).
FTBI tahun ini menandai tahun keempat pelaksanaan program revitalisasi bahasa daerah di Maluku Utara sejak dimulai pada 2021. Dari total 19 bahasa daerah yang terdata, Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara telah merevitalisasi delapan bahasa, yakni Bahasa Ternate, Tobelo, Sahu, Sula, Buli, Makian Dalam, Makian Luar, dan Bacan.
Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Dr. Ganjar Harimansyah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program revitalisasi bahasa daerah merupakan amanat dari Asta Cita ke-4 dan ke-8 Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran yang dilaksanakan oleh Kemendikdasmen melalui 30 unit pelaksana teknis di seluruh Indonesia.
“Revitalisasi bahasa daerah ini kami wujudkan dalam pembangunan kebahasaan dan kesastraan, salah satunya melalui pelestarian bahasa daerah,” ujar Ganjar.
Ganjar menjelaskan, program ini telah berjalan puluhan tahun, namun sejak lima tahun terakhir dikemas lebih intensif melalui FTBI. Untuk Maluku Utara, tahun 2025 menjadi pelaksanaan tahun keempat.
“Yang tampil dalam FTBI ini adalah siswa SD dan SMP yang telah mengikuti pembelajaran bahasa daerah sejak April hingga Oktober melalui guru-guru pengimbas yang telah kami latih,” jelasnya.
Secara nasional, hingga 2025 Badan Bahasa telah merevitalisasi 138 bahasa daerah dari total 718 bahasa dan 778 dialek yang teridentifikasi di Indonesia. Program ini telah melibatkan sekitar 850 ribu siswa di 309 kabupaten/kota di 38 provinsi.
Ganjar menegaskan pentingnya sinergi lintas pihak dalam pelestarian bahasa daerah. “Revitalisasi ini tidak bisa dikerjakan Kemendikdasmen sendiri. Perlu kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan di daerah,” pungkasnya.



