Wagub Sarbin Sehe Tutup Festival Tunas Bahasa Ibu 2025: “Bahasa Daerah Adalah Identitas Bangsa”

“Ingatlah, bahasa adalah identitas dan jati diri bangsa. Jika bahasa daerah punah, maka sebagian dari identitas kita juga ikut hilang,” kata Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, saat menutup secara resmi FTBI 2025 di Ternate.
TernateNews.com – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, secara resmi menutup Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Maluku Utara Tahun 2025, yang digelar di Lapangan Ngara Lamo, Soa-Sio, Ternate, pada Sabtu (8/11/2025) malam.
Dalam sambutannya, Wagub Sarbin menegaskan pentingnya peran bahasa ibu sebagai warisan luhur bangsa yang menjadi jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.
“Melalui bahasa ibu, kita belajar mengenal jati diri, nilai-nilai kearifan lokal, serta budaya yang membentuk karakter masyarakat kita di tengah arus globalisasi,” ujar Sarbin dalam pidatonya.
Menurutnya, derasnya arus informasi dan kemajuan dunia global menjadi tantangan berat bagi eksistensi bahasa daerah. Karena itu, kegiatan seperti FTBI dinilai sangat strategis sebagai upaya melestarikan bahasa daerah sekaligus menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan generasi muda terhadap bahasa ibu.
“Festival ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan rasa cinta, kebanggaan, dan tanggung jawab generasi muda dalam melestarikan bahasa daerahnya masing-masing,” tegasnya.
Sarbin juga menyampaikan apresiasi kepada Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, para guru, orang tua, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan festival tahunan ini.
“Anak-anakku peserta festival, kalian semua adalah tunas-tunas bahasa, pelestari bahasa ibu di Bumi Maluku Kie Raha,” kata Sarbin.
Ia mengimbau masyarakat untuk terus menggunakan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari, karya sastra, lagu, serta berbagai kegiatan positif lainnya.
“Ingatlah, bahasa adalah identitas dan jati diri bangsa. Jika bahasa daerah punah, maka sebagian dari identitas kita juga ikut hilang,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara, lanjut Sarbin, berkomitmen mendukung program perlindungan dan pengembangan bahasa daerah serta budaya lokal melalui kerja sama dengan Balai Bahasa, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
“Mari jadikan malam puncak ini sebagai momentum bersama untuk menumbuhkan kembali kecintaan terhadap bahasa ibu. Dari Maluku Utara, kita tunjukkan kepada Indonesia bahwa kita siap menjaga bahasa, budaya, dan persatuan bangsa melalui generasi muda yang berkarakter dan berbudaya,” pungkasnya.
Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan agenda tahunan yang digelar Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara sebagai bagian dari gerakan nasional pelindungan bahasa dan sastra daerah di seluruh Indonesia.



