Dosen Psikologi FKIK Unkhair Sosialisasikan Terapi PECS Kepada Guru SDLB Negeri Ternate

TernateNews, Ternate: Dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim dosen dari Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Khairun (Unkhair) telah menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Sosialisasi Terapi Picture Exchange Communication System (PECS) pada Guru SDLB Negeri Ternate. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mendampingi peserta didik penyandang disabilitas khususnya pada anak tunagrahita.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 26 Juli 2025 ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Happy Cahyani Sunusi, S.Kep., M.Si dan Nur Isma Dewi, S.Fil., M.A,. Para narasumber membawakan materi seputar konsep, manfaat, serta langkah-langkah implementasi terapi PECS di lingkungan pembelajaran.
PECS merupakan sebuah sistem komunikasi alternatif yang menggunakan gambar sebagai media tukar-menukar informasi, untuk membantu peserta didik dengan penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan dalam berbicara. Sehingga dapat menjadi salah satu metode yang dapat diterapkan untuk membantu anak tunagrahita dalam mengembangkan kemampuan komunikasi.
Dalam sesi pemaparan, para guru tidak hanya menerima penjelasan teoritis, namun juga terlibat langsung dalam praktik penggunaan buku terapi komunikasi PECS, termasuk bagaimana menyusun kartu gambar, memberikan penguatan positif, hingga menyesuaikan materi dengan kondisi individual siswa.
Salah satu pemateri, Happy Cahyani Sunusi, S.Kep., M.Si, menyampaikan harapannya terhadap penerapan terapi ini di sekolah luar biasa. “Melalui terapi PECS, kami berharap guru-guru di SLB dapat memiliki keterampilan tambahan dalam membantu anak-anak berkebutuhan khusus berkomunikasi secara lebih efektif. PECS bukan hanya alat bantu visual, tetapi juga jembatan untuk membangun interaksi sosial yang lebih bermakna bagi anak-anak dengan hambatan komunikasi,” ujarnya.
Peserta mendengarkan para pembicara dengan semangat. Antusiasme guru-guru SDLB Negeri Ternate terlihat dari aktifnya tanya jawab selama kegiatan berlangsung dan minat guru dalam menerapkan metode ini di kelas masing-masing. Sesi tanya jawab ini dinilai sangat penting karena peserta bisa mengetahui lebih dalam terkait metode pembelajaran PECS.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dari FKIK Unkhair yang turut mengambil peran dalam pelaksanaan dan pendampingan sesi praktek. Mahasiswa yang berpartisipasi antara lain, Adhitiya Rachmat Syami, Siti Magfirah Masykur, Chintya Abdurahman, serta Julia Amira. Kehadiran mahasiswa ini menjadi bagian dari sinergi pembelajaran langsung antara dunia akademik dan kebutuhan masyarakat di lapangan, sekaligus menumbuhkan empati serta keterampilan interprofesional.
Sosialisasi ini ditutup dengan penyerahan satu set media terapi PECS oleh dosen sebagai bentuk dukungan nyata terhadap proses belajar mengajar di SDLB Negeri Ternate. Harapannya, pendekatan ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dan mampu meningkatkan kualitas komunikasi anak-anak berkebutuhan khusus, sehingga mereka dapat berinteraksi lebih mandiri dan percaya diri.

Salah satu staf di SDLB Negeri Ternate, Anti, menyatakan kepuasannya terhadap keberlangsungan kegiatan sosialisasi ini. ”Terima kasih kepada tim dosen dan mahasiswa Unkhair. Kegiatan ini sangat membuka wawasan kami sebagai guru SDLB Negeri Ternate. Selama ini kami berusaha memahami kebutuhan komunikasi anak-anak, dan melalui terapi PECS kami mendapatkan metode yang praktis, mudah dan terarah.” ujar Anti.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah luar biasa dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, suportif, dan adaptif terhadap kebutuhan setiap anak.



