
TernateNews: Panitia Daerah (Panda) penerimaan calon siswa (Casis) Polri Maluku Utara memastikan seluruh tahapan penerimaan yang dilakukan sejak awal hingga akhir akan dilakukan secara ketat tanpa ada kepentingan hingga pungutan apapun yang dibebankan kepada masing-masing peserta. Karena semua panitia yang masuk dalam penerimaan sudah menjalani sumpah sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing agar pelaksanaan seleksi dilaksanakan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH).
Hal tersebut disampaikan langsung Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Ali Wardana saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa, (21/4/2026).
Dirinya menyatakan, dengan prinsip BETAH yang diterapkan selama pelaksanaan seleksi, para peserta maupun orang tua ditekankan untuk tidak mudah terpengaruh dengan bujuk rayu para oknum yang dapat meluluskan peserta dengan iming-iming uang.
“Kepada orang tua siswa dan masyarakat pada umumnya agar tidak mudah percaya setiap oknum atau calo yang meminta uang dan menjanjikan meloloskan anaknya yang mengikuti tes anggota Polri,” katanya.
Orang tua para casis lanjut Karo SDM, diminta untuk mempersiapkan anaknya agar dapat bersaing dengan para peserta lain sehingga dapat menutup peluang bagi para calo yang memanfaatkan situasi saat pelaksanaan seleksi berlangsung.
“Kalau sudah ada persiapan jauh hari, baik mental, fisik, dan pengetahuan, maka insya Allah akan berjalan dengan mulus. Belajar, doa orang tua serta usaha pasti hasilnya baik,” akunya.
Dirinya juga berjanji akan menindak secara tegas kepada semua panitia yang coba memanfaatkan penerimaan untuk kepentingan pribadi.
“Kalau ada yang menjadi korban, silahkan laporkan ke Propam dan setiap laporan yang masuk akan kami tindak lanjuti, apalagi yang berkaitan dengan penerimaan calon Polri kedepan,” ucapnya mengakhiri.
Untuk diketahui, Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Maluku Utara (Malut) mencatat calon anggota Polri tahun penerimaan 2026 sebanyak 1.936 peserta.
Penerimaan anggota Polri di Polda Malut tahun ini meliputi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara PTU, Bintara kemampuan intelijen, Bintara Polairud, Rekrutmen Proaktif, Bakomsus penyidik, Bakomsus teknik sipil, Bakomsus Perikanan, Bakomsus Humas, Tamtama Brimob dan Tamtama Polair.
Dari 1.936 peserta itu terdiri dari 60 peserta yang mengikuti Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), 1.666 peserta mengikuti Bintara PTU kemampuan SPKT, 73 Bintara kemampuan Intelejen, 30 Bintara Polair, 5 Rekrutmen proaktif, 4 Bakomsus Penyidik, 2 Bakomsus Teknik Sipil, 3 Bakomsus Perikanan, 4 Bakomsus Humas, 84 Tamtama Brimob, dan 5 Tamtama Polair.







