Maluku Utara Alami Inflasi Tahunan Sebesar 2,71 Persen

“Inflasi tertinggi terjadi di Halmahera Tengah sebesar 4,68 persen dengan IHK sebesar 107,12”, kata Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Aidil Adha
TernateNews: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Februari 2024 Provinsi Maluku Utara mengalami inflasi tahunan sebesar 2,71 persen. Indeks harga konsumen (IHK) sebesar 106,24 dengan beras menjadi komoditas penyumbang inflasi yang dominan.
Dari dua kabupaten/kota perhitungan inflasi, Halmahera Tengah menjadi penyumbang tertinggi inflasi di Maluku Utara.
“Inflasi tertinggi terjadi di Halmahera Tengah sebesar 4,68 persen dengan IHK sebesar 107,12”, kata Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Aidil Adha, dikutip TernateNews.com dalam laman malut.bps.go.id, Rabu (6/3/2024).
“Inflasi terendah terjadi di Kota Ternate sebesar 2,29 persen dengan IHK sebesar 106,05”
Komoditas yang dominan menyumbang inflasi tahunan yaitu, beras, bahan bakar rumah tangga, Sigaret Kretek Mesin, dan angkutan udara. Selanjutnya, komoditas
kue kering berminyak, gula pasir, bawang putih, bawang merah, kue basah dan sabun mandi.
Komoditas selanjutnya yaitu, angkutan laut, sekolah menengah atas, buah naga, dan shampo. Komoditas air kemasan, ketimun, baju muslim pria, emas perhiasan, dan celana panjang katun pria.
Sementara, komoditas penyumbang dominan inflasi bulanan adalah beras, bahan bakar rumah tangga, air kemasan, kangkung, nasi dengan lauk.
Komoditas selanjutnya, buah naga, ikan kembung, ikan tuna, ikan selar/tude, dan ikan asap. Serta donat, kacang panjang, sawi hijau, gula pasir, dan wortel.
KBRN, Ternate: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Februari 2024 Provinsi Maluku Utara mengalami inflasi tahunan sebesar 2,71 persen. Indeks harga konsumen (IHK) sebesar 106,24 dengan beras menjadi komoditas penyumbang inflasi yang dominan.
Dari dua kabupaten/kota perhitungan inflasi, Halmahera Tengah menjadi penyumbang tertinggi inflasi di Maluku Utara.
“Inflasi tertinggi terjadi di Halmahera Tengah sebesar 4,68 persen dengan IHK sebesar 107,12”, kata Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Aidil Adha, dikutip rri.co.id, Sabtu (2/3/2024).
“Inflasi terendah terjadi di Kota Ternate sebesar 2,29 persen dengan IHK sebesar 106,05”
Komoditas yang dominan menyumbang inflasi tahunan yaitu, beras, bahan bakar rumah tangga, Sigaret Kretek Mesin, dan angkutan udara. Selanjutnya, komoditas
kue kering berminyak, gula pasir, bawang putih, bawang merah, kue basah dan sabun mandi.
Komoditas selanjutnya yaitu, angkutan laut, sekolah menengah atas, buah naga, dan shampo. Komoditas air kemasan, ketimun, baju muslim pria, emas perhiasan, dan celana panjang katun pria.
Sementara, komoditas penyumbang dominan inflasi bulanan adalah beras, bahan bakar rumah tangga, air kemasan, kangkung, nasi dengan lauk.
Komoditas selanjutnya, buah naga, ikan kembung, ikan tuna, ikan selar/tude, dan ikan asap. Serta donat, kacang panjang, sawi hijau, gula pasir, dan wortel.



