Pemahaman Cuaca Jadi Kunci Keselamatan dan Produktivitas Nelayan

Pemahaman Cuaca Jadi Kunci Keselamatan dan Produktivitas Nelayan
Automatic Weather Station (AWS) berbasis komunitas yang dipasang tim IPB di Morotai. AWS ini dapat merekam data suhu, curah hujan, kecepatan dan arah angin, serta tekanan udara secara real-time.
Oplus_131072

TernateNews, Morotai: Cuaca merupakan faktor penentu utama bagi nelayan. Perubahan arah angin, tekanan udara, dan potensi badai sangat memengaruhi keselamatan serta hasil tangkapan. Namun di banyak wilayah kepulauan seperti Morotai, akses terhadap informasi cuaca yang akurat masih sangat terbatas.

Untuk menjawab tantangan ini, TEP IPB menghadirkan Automatic Weather Station (AWS) berbasis komunitas yang dapat merekam data suhu, curah hujan, kecepatan dan arah angin, serta tekanan udara secara real-time.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot IPB University, Dr. Alfian Helmi, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya IPB University untuk memperkuat ketahanan pesisir melalui teknologi tepat guna.

“Kami ingin memastikan nelayan memiliki akses terhadap data cuaca yang akurat dan mudah dipahami. Dengan informasi ini, mereka dapat mengambil keputusan yang lebih aman dan efisien dalam melaut,” ujar Alfian.

Dalam kegiatan di Desa Sangowo Timur, Tim Ekspedisi Patriot IPB tidak hanya memasang AWS, tetapi juga memberikan edukasi literasi iklim, pelatihan membaca data cuaca, dan pemetaan komoditas unggulan pesisir. Kegiatan ini melibatkan masyarakat, perangkat desa, dan perwakilan Dinas Perikanan dan Kelautan, Kabupaten Pulau Morotai.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pulau Morotai menyambut baik inisiatif ini dan menilai bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan langkah strategis dalam membangun kemandirian masyarakat pesisir.

“Kami berterima kasih kepada IPB University melalui Tim Ekspedisi Patriot yang telah hadir langsung di lapangan. Teknologi ini menjadi harapan baru bagi nelayan kami untuk lebih siap menghadapi perubahan iklim,” ujarnya.

Pemasangan AWS dilakukan bersama para inovator IPB, Dr. Idung Risdiyanto dan Dr. Akhmad Faqih, yang telah mengembangkan sistem sensor dan data cuaca berbasis komunitas. Data dari alat ini akan dikirim secara daring dan dapat digunakan sebagai dasar peringatan dini bagi nelayan.

Selain aspek teknologi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari misi Ekspedisi Patriot IPB untuk memperkuat ketahanan pangan, kedaulatan sumber daya lokal, dan adaptasi terhadap perubahan iklim di wilayah kepulauan Indonesia Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *