Dosen Psikologi FKIK Unkhair Berikan Pelatihan Perencanaan Karir kepada Siswa SMKS Pembangunan Ternate

TernateNews, Ternate: Dalam rangka membekali generasi muda dengan keterampilan perencanaan masa depan yang matang, dua dosen Psikologi dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Khairun, Hairani Yainahu, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dan Nugraheni Putri Utami, S.Psi., M.A., menggelar pelatihan perencanaan karir di SMKS Pembangunan Kota Ternate pada Rabu, (29/7/2025).
Pelatihan ini diikuti oleh 31 siswa dari kelas X dan XII, dan dilaksanakan di Laboratorium Bahasa sekolah. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui dua sesi utama, yakni pemaparan materi dan sesi tanya jawab. Pelatihan ini mengangkat tema “Pelatihan Perencanaan Karir pada Siswa” yang bertujuan menumbuhkan kesadaran siswa terhadap pentingnya mengenali potensi diri serta menyusun rencana masa depan yang lebih terarah dan realistis.
Dalam pelaksanaan kegiatan, turut terlibat mahasiswa Universitas Khairun yang tengah menjalankan program KKN FKIK, yaitu Nabila M. Yamin dari Prodi Psikologi, Nurullah Febryanti Jamaludin dari Prodi Pendidikan Dokter, serta Devita Sari Suratno dan Yulanda Lidia Bluku dari Prodi Farmasi.
Dalam pemaparannya, Nugraheni Putri Utami menyinggung isu pengangguran yang masih didominasi oleh kelompok usia produktif, khususnya laki-laki. Hal ini, menurutnya, menjadi pengingat bahwa siswa SMK perlu mempersiapkan jalur karir sejak dini agar tidak terjebak dalam pilihan yang salah. “Tanpa pemahaman yang matang, banyak siswa berisiko salah memilih jalur karir, yang bisa berdampak pada minimnya motivasi kerja bahkan pengangguran terselubung,” ungkapnya.
Sementara itu, dalam sesi presentasi, Hairani Yainahu memperkenalkan konsep fixed mindset dan growth mindset kepada para siswa. Ia menjelaskan bahwa memiliki pola pikir bertumbuh (growth mindset) menjadi kunci penting dalam menghadapi tantangan masa depan. “Mindset yang berkembang akan mendorong seseorang untuk terus belajar, menerima masukan, dan tidak takut gagal,” jelas Hairani.
Dalam sesi diskusi, keduanya juga menanggapi pertanyaan dari siswa yang mengeluhkan bahwa mimpinya seringkali dijatuhkan oleh lingkungan sekitar. Menanggapi hal itu, Hairani dan Nugraheni menekankan pentingnya keberanian untuk tetap percaya pada diri sendiri. “Mimpi yang besar tidak salah, tetapi sering kali lingkungan belum siap menerima perubahan. Maka, kita harus menjadi orang pertama yang percaya pada potensi kita sendiri,” tegas Hairani. Nugraheni menambahkan bahwa tekanan sosial tersebut bisa menjadi motivasi untuk membuktikan kemampuan diri dan tidak larut dalam penilaian negatif dari sekitar.
Pendekatan ini mendorong siswa untuk lebih terbuka dalam berkomunikasi, membangun kepercayaan diri, dan mulai berani membagikan mimpi maupun kekhawatiran mereka kepada orang-orang yang dapat memberi dukungan. Dengan mengenali siapa diri mereka sebenarnya serta memahami bagaimana mereka dipersepsikan oleh orang lain, siswa didorong untuk merancang rencana karir yang lebih autentik dan bermakna bagi diri sendiri.
Sepanjang proses pelatihan, siswa diberikan ruang yang aman untuk mengeksplorasi pemikiran mereka tentang masa depan tanpa tekanan. Melalui sesi-sesi reflektif dan interaktif, terlihat bahwa beberapa siswa mulai merasa lebih nyaman membicarakan cita-cita serta menunjukkan minat untuk menyusun langkah-langkah kecil ke arah yang ingin mereka tuju. Kegiatan ini menjadi awal dari proses perencanaan karir yang lebih sadar, realistis, dan sesuai perkembangan masing-masing individu.
Pihak sekolah menyambut positif pelatihan ini dan berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin tahunan. “Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena siswa jadi lebih memahami bagaimana memilih jalur karir yang sesuai dengan potensi dan minat mereka. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendampingi siswa menyiapkan masa depan mereka secara lebih terarah,” ujar kepala sekolah yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh sinergi yang positif antara pendidikan tinggi dan pendidikan menengah dalam mempersiapkan generasi muda yang berdaya saing, berpola pikir terbuka, dan berani bermimpi besar.





