Penyerahan Simbolis Kartu BPJS Ketenagakerjaan Warnai HUT ke-35 Pemkab Halmahera Tengah

“Kami sangat mengapresiasi langkah progresif Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dalam memberikan perlindungan ketenagakerjaan bagi para pekerja TKBM. Mereka adalah kelompok pekerja dengan risiko kerja yang tinggi, dan dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, mereka kini terlindungi dari risiko kecelakaan kerja maupun risiko sosial lainnya,” ujar Alit.
TernateNews, Halmahera Tengah: Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah menggelar acara peringatan Hari Ulang Tahun ke-35 dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Dalam momentum bersejarah ini, salah satu agenda penting yang mendapat sorotan adalah penyerahan simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM).
Penyerahan simbolis ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja sektor informal, khususnya TKBM yang selama ini memiliki tingkat risiko kerja yang cukup tinggi.
Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangadji, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang telah berkontribusi bagi pembangunan daerah, termasuk BPJS Ketenagakerjaan sebagai mitra strategis dalam memberikan perlindungan sosial bagi pekerja.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Ternate, I Wayan Alit Mahendra Putra Adi N juga turut hadir dalam acara tersebut. Alit menjelaskan bahwa, “dengan menjadi peserta, para pekerja TKBM kini berhak atas manfaat perlindungan seperti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKm), serta Jaminan Hari Tua (JHT).” ujarnya.
Alit menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Halmahera Tengah atas dukungan nyata terhadap jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Kami sangat mengapresiasi langkah progresif Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dalam memberikan perlindungan ketenagakerjaan bagi para pekerja TKBM. Mereka adalah kelompok pekerja dengan risiko kerja yang tinggi, dan dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, mereka kini terlindungi dari risiko kecelakaan kerja maupun risiko sosial lainnya,” ujar Alit.
Ia juga menambahkan bahwa program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi sektor-sektor kerja lainnya, terutama di sektor informal, untuk mulai memahami pentingnya jaminan sosial dan bergabung sebagai peserta aktif.
Acara ini juga menjadi ajang untuk mengedukasi masyarakat luas tentang pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan, serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan dalam membangun ekosistem kerja yang aman dan berkeadilan.



