Pedagang Pisang Adu Mulut dengan Petugas Disperindag Menolak Direlokasi

TernateNews: Pedagang pisang yang berjualan di trotoar dan areal parkir sepanjang Pasar Percontohan, Kota Ternate adu mulut dengan petugas Disperindag.
Adu mulut terjadi lantaran pedagang pisang tersebut menolak direlokasi ke tempat berjualan yang telah dibangun pemerintah.
Petugas pun sempat dilempari dagangan oleh pedagang yang mengamuk.
“Yang lalu kami sudah berjualan selama 6 bulan, tapi sepi pembeli, sehingga kami keluar jualan di luar karena dagangan kami busuk”, ujar Hairia, salah satu pedagang.
Hairia dan pedagang lainnya mengaku, meski berjualan di areal yang dilarang, namun mereka tetap ditagih biaya retribusi oleh petugas setiap harinya.
“Kami sudah 10 tahun jualan di sini dan kami pun bayar retribusi sebesar Rp30 ribu per hari kepada petugas”, ujarnya.
Sementara Kepala Bidang Pengendalian, Disperindag Kota Ternate, Irsan mengatakan, pihaknya sudah menyurati pedagang sejak 2 minggu lalu agar pindah di lokasi yang sudah ditentukan. Hanya saja, pemberitahuan itu tak lantas diindahkan pedagang.
“Kami ingin mengembalikan fungsi lokasi parkir, sehingga mereka harus kami relokasi ke tempat yang sudah dibangun”, ucap Irsan.
“Ini berlaku untuk semua pedagang yang berjualan di trotoar dan lokasi parkir”, katanya, menambahkan.



