
TernateNews: Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Penulisan dan Penerjemahan Cerita Anak Tahun 2025 pada 21—24 Mei 2025 di Hotel Muara, Kota Ternate. Kegiatan ini bertujuan menghasilkan produk penerjemahan cerita anak yang mengangkat substansi STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics) serta mengusung tema kearifan lokal Maluku Utara.
Peserta bimtek dipilih melalui Sayembara Penulisan Cerita Anak Maluku Utara Tahun 2025. Melalui sayembara tersebut, telah dipilih sebanyak 38 peserta yang menghasilkan 44 naskah cerita anak dari berbagai daerah di Provinsi Maluku Utara, antara lain Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Selatan, dan Kabupaten Kepulauan Sula.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu Benny Rhamdani (penulis cerita anak), serta tiga narasumber dari Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, yaitu Nurul Qadri, Anjasmoro Wibowo, dan Kenya Juwita. Acara secara resmi dibuka oleh Dr. Nurlaila Muhammad, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, yang hadir mewakili Gubernur Provinsi Maluku Utara.
Dalam sambutannya, Nurlaila menyampaikan apresiasi Gubernur kepada Balai Bahasa atas penyelenggaraan kegiatan ini yang dinilai sebagai langkah strategis dalam menjaga eksistensi bahasa daerah. Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pelindungan bahasa daerah sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya dan pengayaan bahasa nasional.
“Kami berharap agar kegiatan ini mampu memotivasi masyarakat daerah untuk terus berkarya dan menghasilkan bacaan bermutu bagi anak-anak,” ucap Nurlaila.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, Nukman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, khususnya dalam upaya penguatan literasi nasional dan pelindungan bahasa daerah. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam penyediaan buku bacaan yang berkualitas guna mendukung peningkatan literasi dan pelestarian bahasa daerah.
Sebagai penutup, Supriadi, selaku Ketua Panitia Pelaksana, berharap kegiatan ini tidak hanya menghasilkan produk bacaan anak-anak yang berkualitas, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan penulis daerah, khususnya di Maluku Utara, dalam mendukung misi besar pelestarian bahasa dan budaya lokal.
“Upaya ini diharapkan terus berlanjut dan mendapat dukungan luas dari pemangku kepentingan, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota, demi menciptakan generasi muda pembaca yang cerdas, kreatif, dan berakar pada nilai-nilai kearifan lokal,” kata Supriadi.






