TernateNews – Kesadaran masyarakat Maluku Utara dalam menjaga kondusifitas wilayah patut diacungi jempol. Pasalnya, Polda Maluku Utara kembali megungkap penyerahan sejumlah senjata api dan ratusan amunisi tajam secara sukarela dari masyarakat. di beberapa wilayah, meliputi Halmahera Tengah, Halmahera Utara, hingga Pulau Morotai.
Penyerahan senjata tersebut diserahkan langsung oleh warga yang berada di Kabupaten Halmahera Tengah, Halmahera Utara, hingga Morotai.
Dansat Brimob Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Handri Wira Suryana mengungkapkan, terdapat sekitar 32 pucuk senjata api dan 358 butir dua jenis kaliber amunisi tajam yang berhasil diamankan dari tangan warga.
”Senjata api yang diserahkan masyarakat diantaranya, 7 Pucuk Senjata Api Organik yang meliputi 3 pucuk laras panjang dan 4 pucuk laras pendek, 25 Pucuk Senjata api rakitan sebanyak 20 pucuk laras panjang dan 2 pucuk laras pendek, serta 3 pucuk semi rakitan.
Selain itu kata Kombes Pol. Handri Wira Suryana menyebutkan, ada terdapat 358 butir amunisi tajam dari total 331 butir kaliber 7,62 mm serta 27 butir kaliber 5,56 mm.
Sementara itu, Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Arif Budiman mengaku, pengungkapan senpi tersebut sudah tiga kali terungkap dengan total secara keseluruhan sebanyak 51 pucuk senjata.
“Sebagian besar senjata tersebut tersebar di wilayah Morotai, Halmahera Utara, dan Halmahera Tengah. Dari keseluruhan unit yang diterima, mayoritas merupakan senjata rakitan yang diduga kuat merupakan sisa-sisa peninggalan konflik horizontal tahun 2000 silam,” Terangnya.
Meski begitu, perhatian khusus tertuju pada penyerahan kali ini. Dari tujuh pucuk senjata yang diterima, seluruhnya teridentifikasi sebagai senjata api organik (pabrikan asli), bukan rakitan.
Saat ini, pihak Kepolisian melalui Ditreskrimum Polda Malut masih mendalami asal-usul senjata organik tersebut. Petugas sedang menelusuri dari mana senjata tersebut diperoleh serta apakah ada indikasi rencana pendistribusian atau jual beli.
“Atas temuan tersebut, kami langsung bergerak melakukan pendalaman. Kami kini tengah menelusuri asal-usul senjata organik tersebut, termasuk mendalami kemungkinan adanya potensi jual beli atau jaringan pendistribusian senjata di kawasan tersebut,” tandasnya.
Polda Maluku Utara memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasi yang baik dari warga. Langkah pencegahan ini sangat krusial guna menekan potensi penyalahgunaan senjata api yang dapat mengancam keselamatan jiwa serta mengganggu stabilitas keamanan daerah.
Pihaknya memastikan, seluruh barang bukti yang diterima akan melalui proses pemeriksaan ketat, mulai dari pendataan jenis, pengujian kondisi, hingga penelusuran asal-usul senjata api tersebut.
“Apabila terindikasi pernah digunakan dalam tindak pidana, kepolisian akan menindaklanjutinya secara transparan berdasarkan fakta hukum yang berlaku,” tegasnya.










