Maluku Utara
Beranda / Maluku Utara / BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan Pekerja Informal Lewat Pendekatan Komunitas Keagamaan di Ternate

BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan Pekerja Informal Lewat Pendekatan Komunitas Keagamaan di Ternate

TernateNews.com – Upaya memperluas cakupan kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan terus dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan, khususnya menyasar pekerja sektor informal. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui kegiatan akuisisi peserta berbasis komunitas keagamaan yang dilaksanakan di Gereja Protestan Maluku Imanuel Ternate pada Minggu (15/03/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, terutama bagi pekerja informal yang selama ini masih memiliki tingkat kepesertaan relatif rendah.

Malut United Gandeng SL Benfica, Resmikan “Akademi Merah Putih” di Laga Kontra Persita 

Dalam pelaksanaannya, BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan booth pendaftaran di area gereja guna memudahkan jemaat memperoleh informasi sekaligus melakukan pendaftaran secara langsung. Selain itu, petugas juga membagikan brosur terkait program dan manfaat, serta memberikan penjelasan secara langsung kepada jemaat usai ibadah.

Dari kegiatan tersebut, sejumlah hasil positif berhasil dicapai. Selain terjalinnya komunikasi yang baik antara BPJS Ketenagakerjaan dengan jemaat, pemahaman masyarakat terkait pentingnya perlindungan jaminan sosial juga mengalami peningkatan. Tidak hanya itu, terdapat sejumlah pekerja informal yang menunjukkan minat untuk menjadi peserta, bahkan sebagian di antaranya telah melakukan tindak lanjut dengan menghubungi petugas untuk proses pendaftaran lebih lanjut.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ternate, I Wayan Alit Mahendra Putra Adi N, yang akrab disapa Alit, menyampaikan bahwa pendekatan melalui komunitas keagamaan merupakan strategi yang efektif dalam menjangkau pekerja informal.

PT FHT di Haltim, Mulai Atasi Restorasi Lingkungan Pasca Hujan Deras di Pesisir Buli

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh pekerja, termasuk pekerja informal, mendapatkan akses informasi dan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Pendekatan berbasis komunitas seperti di lingkungan gereja ini terbukti mampu membangun kepercayaan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan kerja,” ujar Alit.

Ia juga menambahkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai komunitas untuk mendorong peningkatan kepesertaan.

“Kami berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan berbagai pendekatan yang lebih dekat dan inklusif, sehingga semakin banyak pekerja yang terlindungi dan merasakan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan berharap pendekatan berbasis komunitas keagamaan dapat menjadi strategi efektif dalam menjangkau pekerja informal, sekaligus mendorong terwujudnya perlindungan menyeluruh bagi seluruh pekerja di Indonesia.

Dua Jenazah Pendaki Dukono Asal Singapura, Berhasil Ditemukan Tim SAR
× Advertisement
× Advertisement