SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maluku Utara
Beranda / Maluku Utara / Perempuan Pertama Pilot Paralayang yang Terjun dari Gamalama dan Gamkonora

Perempuan Pertama Pilot Paralayang yang Terjun dari Gamalama dan Gamkonora

Shifa Damayanti saat terjun dari Gamalama Ternate. (Dok: Istimewa)

TernateNews: Shifa Damayanti tercatat sebagai perempuan pertama yang menjadi pilot paralayang di gunung Gamalama Ternate dan Gamkonora Halmahera Barat. Aksi Shifa ini menunjukkan bahwa perempuan juga memiliki ruang yang sama untuk bereksplorasi.

Terjun dari dua gunung di Maluku Utara ini dalam rangka kegiatan Ekspedisi Fly the Spice Islands yang digagas Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) dan rekornya tercatat sebagai perempuan pertama yang belum pernah dilakukan sebenarnya.

670 Warga Kurang Mampu di Ternate Terima Bantuan Konsumtif Baznas

Shifa Damayanti (nomor anggota M-1087-UI) menjadi perempuan pertama yang berhasil hike and fly di Gunung Gamalama dan Gamkonora, Maluku Utara. Kegiatan hike and fly adalah istilah mendaki gunung lalu terbang menggunakan payung paralayang untuk menuruni gunung.

Shifa saat ini merupakan mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan UI tahun 2025 dan memiliki lisensi paralayang pilot tingkat pertama sejak 2023.

Rangkaian hike and fly pertama dalam ekspedisi ini, berawal di Gunung Gamalama, Jumat 7 Agustus 2026. Tim memulai pendakian melalui jalur Moya, dan keesokan harinya, Sabtu, 8 Agustus 2026 menjadi hari penerbangan dari Puncak Gamalama.

Tim Khusus Polda Malut Dorong Aktivitas Tambang Rakyat Lengkapi Perizinan

Meskipun percobaan pertama belum berhasil, Shifa akhirnya mengudara pada pukul 15.00 WIT di Pantai Danau Tolire Kecil yang semula direncanakan sebagai titik pendaratan, angin semakin kencang melampaui 30 km/jam dari arah barat-selatan, mendorong parasutnya menjauhi titik tersebut.

Sigap membaca situasi, Shifa segera mengambil keputusan mandiri untuk mendarat darurat di area daratan sekitar satu kilometer dari landing zone. Pendaratan itu berlangsung dengan selamat dan disambut antusias oleh warga sekitar. Beberapa hari kemudian, ekspedisi berlanjut ke Gunung Gamkonora pada, Rabu, 12 Agustus 2026. tim mendaki Gunung Gamkonora melalui jalur Desa Gamsungi untuk bersiap menuju titik lepas landas.

Keesokan harinya pada, 13 Agustus 2026 menjadi puncak dari seluruh rangkaian ekspedisi. Titik pendaratan atau landing zone penerbangan ini berada di sekitar Desa Talaga. Sejak pagi, warga sekitar sudah berbondong-bondong memadati area tersebut karena rasa penasaran menyaksikan langsung aksi terbang dan mendarat pilot paralayang dari Mapala UI, kegiatan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya sehingga tidak boleh dilewatkan seisi desa.

Setelah dua kali percobaan lepas landas, Shifa akhirnya mengudara pada sore hari pukul 14.47 WIT. Menjelang pendaratan, kecepatan angin di landing zone mencapai 30-40 km/jam dari arah selatan-barat sehingga tidak dapat mendarat tepat di lapangan bola desa yang telah direncanakan sebagai titik pendaratan.

Dengan sigap, Shifa mengubah arah dan mengeksekusi pendaratan darurat yang berlangsung mulus tepat di depan kantor kecamatan setempat.

Waspada Angin Kencang Landa Maluku Utara

Sorak-sorai warga pecah seketika. Sejumlah ibu-ibu yang saking terharunya sampai memeluk dan mencium Shifa begitu ia menyentuh tanah. Momen emosional ini banyak direkam warga dan dengan cepat menyebar di kanal TikTok, menjadikannya viral dalam hitungan jam.

Dari peristiwa itu, nama Shifa pilot paralayang Mapala UI kini dikenal sebagai perempuan pertama yang berhasil hike and fly di Gunung Gamalama dan Gamkonora. Pencapaiannya menandai babak baru eksplorasi pariwisata udara di Maluku Utara.

Pencapaian ini turut mendapat sorotan dari Zita Anjani, Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata.

Zita Anjani memberikan apresiasi karena Ekspedisi Fly the Spice Islands di Maluku utara merupakan contoh bagaimana pemerintah dapat berjalan bersama anak muda dan komunitas untuk mengeksplorasi sekaligus memperkenalkan kekayaan pariwisata Indonesia.

“Saya juga mengapresiasi pencapaian penerbangan perempuan pertama di Maluku Utara sebagai langkah inspiratif yang menunjukkan bahwa perempuan memiliki ruang yang sama untuk berani mengeksplorasi dan membuka potensi baru dalam pariwisata Indonesia,” ujarnya.

Dirinya berharap ekspedisi ini dapat menjadi awal dari lebih banyak eksplorasi dan kolaborasi di Maluku Utara, sekaligus mendorong semakin banyak anak muda untuk mengenal Indonesia lebih jauh. Karena semakin banyak yang mengenal, semakin banyak pula yang dapat ikut menjaga dan mengembangkan potensi yang kita miliki,” ucapnya mengakhiri.

× Advertisement
× Advertisement