Maluku Utara
Beranda / Maluku Utara / PT FHT di Haltim, Mulai Atasi Restorasi Lingkungan Pasca Hujan Deras di Pesisir Buli

PT FHT di Haltim, Mulai Atasi Restorasi Lingkungan Pasca Hujan Deras di Pesisir Buli

Lokasi terjadi erosi sedimentasi akibat hujan deras di area pesisir, akhirnya diatasi oleh pihak perusahaan PT FHT. (Doc : Istimewa )

TernateNews : Erosi lereng dan sedimentasi di sejumlah titik daerah pesisir akibat hujan deras pada kawasan industri di Buli, Kabupaten Halmahera Timur, pada 2 Mei 2026 lalu, akhirnya direspons oleh PT Feni Halmahera Timur (FHT), dengan memobilisasi sejumlah kapasitas dan sumber daya perusahaan.

Andreas Lakafin perwakilan PT FHT menilai, bahwa akibat hujan dengan intensitas yang tinggi menyebabkan terjadinya erosi dan sedimentasi di sejumlah titik mulai dari lokasi muara Kukuba dan Koropon.

Dua Jenazah Pendaki Dukono Asal Singapura, Berhasil Ditemukan Tim SAR

Namun, Andreas mengaku pihaknya tidak akan tinggal diam dan dapat merespons dengan memanfaatkan total sumber daya yang ada.

“Jadi ‎Sejak 3 Mei, perusahaan minta semua subkontraktor menghentikan aktivitas konstruksi dan mengerahkan semua personel serta alat berat ke titik-titik terdampak,” ujar Andreas melalui rilis perusahaan FHT.

Andreas menegaskan, dalam mengantisipasi terjadinya sedimentasi di area hilir, bukan hanya sekadar pembersihan. perusahaan justru mengambil langkah teknis mulai melakukan pemasangan geotekstil di area RKEF Selatan (7.600 m²) dan Koropon (5.000 m²) untuk menstabilkan kondisi lereng, pemasangan silt curtain di area jetty untuk menahan penyebaran sedimen, serta pembersihan drainase secara rutin.

‎”Kami tidak menunggu. Begitu insiden terjadi, seluruh tim HSE dan konstruksi langsung turun ke lapangan, serta melakukan koordinasi aktif dengan DLH Halmahera Timur, DLH Provinsi Maluku Utara, dan Pusat Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Wilayah Sulawesi dan Maluku juga dilakukan secara transparan,” jelasnya.

Walaupun begitu, Andreas menerangkan, bahwa yang patut dicatat oleh pihak perusahaan tersebut, dapat dilihat dari cara menyusun rencana jangka menengah dan jangka panjang. Seperti penyedotan sedimen menggunakan sistem geotube di Muara Sungai Kukuba, serta penambahan kapasitas drainase dan kolam sedimen.

Satu Pendaki Akibat Erupsi Dukono Ditemukan Meninggal Dunia, Dua Masi Dalam Pencarian

“Ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak sekedar melakukan tindakan tanggap darurat insiden lingkungan, melainkan membangun sistem yang lebih baik ke depan.Langkah cepat, terukur, dan transparan ini patut diapresiasi sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan yang serius terhadap lingkungan,” pungkasnya.

× Advertisement
× Advertisement