SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hukrim
Beranda / Hukrim / Polisi Mengaku Karakteristik Pelaku Pembunuhan Warga Banemo, Sering Beraktivitas di Hutan

Polisi Mengaku Karakteristik Pelaku Pembunuhan Warga Banemo, Sering Beraktivitas di Hutan

Dirreskrimum Polda Malut, Kombes Pol. I Putu Gede.(Doc: Istimewa)

TernateNews – Polda Maluku Utara memberi pengakuan terkait karakteristik pelaku pembunuhan seorang warga Desa Banemo, Kecamatan Patani, Kabupaten Halmahera Tengah, ternyata mengarah ke kelompok yang sering melakukan aktivitas di kawasan hutan.

Korban yang bernama Ali Daud (65 tahun) itu ditemukan meninggal dunia di kawasan hutan Desa Bobani Jaya atau lebih tepatnya pada area kebun miliknya pada 2 April 2026 lalu.

Polda Malut Bantah Foto Peluru yang Beredar di Medsos Bukanlah Peluru Tajam

Saat ini penyidik krimum Polda Malut sudah melakukan serangkain penyelidikan seperti, olah TKP secara berulang, pemeriksaan barang bukti, autopisi jenazah korban, pemeriksaan para saksi dan para ahli, penyusunan visum et repertum, pengunaan citra satelit, penelusuran sejumlah wilayah desa hingga pesisir, hingga penjejakan lapangan oleh tim penjejak Korem, serta pengumpulan bahan keterangan melalui metode intelijen antropologi.

Namun, dari upaya tersebut, pihak penyidik Ditreskrimum Polda Malut belum menemukan tanda – tanda identitas pelaku. Meski demikian penyidik hanya menemukan sejumlah karakteristik yang berkaitan dengan pelaku pembunuhan.

Dirreskrimum Polda Malut, Kombes Pol. I Gede Putu Widyana dalam konferensi persnya mengaku, hasil penyelidikan telah menemukan sejumlah barang bukti diantaranya beberapa buah pala milik korban yang berserahkan, anak panah tradisional hingga tiga jejak kaki yang mengarah ke kawasan hutan ditemukan sekitar 2 km dari jangakuan lokasi kejadian perkara serta bekas aktivitas kelompok yang terlihat di ranting cabang pohon.

Polda Malut Pastikan Terus Mengungkap Identitas Pelaku Pembunuhan Warga Banemo di Halteng

“Selain itu, parang kebun milik korban setelah kejadian juga tidak ada dilokasi. Hasil autopsi menunjukan ada sekitar 19 luka tajam yang menyebar disekitar tubuh hingga mengakibatkan kerusakan pada organ – organ vital,” kata Kombes Pol. I Gede Putu Widyana, Kamis, 24 September 2026.

Ia mengaku, penyidik kini belum tau secara pasti apa yang menjadi motif dibalik pembunuhan tersebut. Namun, hasil penelusuran secara ilmiah dilapangan menemukan karakteristik pelaku punya kesesuaian dengan kelompok dengan aktivitas mengeluarkan suara ketika sedang beraktivitas di kawasan hutan.

“Bahkan tujuan untuk menjarah hasil alam dari korban itu tidak terbukti sebagai motif tujuan pembunuhan terhadap korban,” tuturnya.

Kombes Pol. I Gede menilai, sejauh ini pihaknya sudah memperoleh gambaran terkait karakteristik yang memilik penyesuaian dengan kelompok atau orang yang beraktivitas di hutan. Gambaran itu menunjukkan karakteristik pelaku cenderung melakukan tindakan agresif tanpa didahului konflik personal.

“Bahkan ketertarikan terhadap penggunaan persenjataan tradisional, kemampuan bertahan hidup dan bergerak di yang daerah regional. Kemampuan bertahan hidup dan bergerak di kawasan hutan dengan tingkat mobilisasi yang tinggi, serta kemampuan menghindari deteksi maupun penelusuran oleh pihak luar,” jelasnya.

Polda Malut Amankan Lima Warga Banemo, soal Dugaan Konflik Dua Desa di Halmahera Tengah

“Karakteristik ini menunjukan selaras dengan fakta-fakta penyelidikan terkait pola kekerasan terhadap korban seperti tidak ditemukannya motif perampasan hasil kebun, hilangnya parang milik korban, ditemukannya tiga kaki menuju kawasan hutan, keberadaan rumah kebun, penemuan batang anak panah tradisional, serta hasil penyelidikan lapangan yang menunjukkan pola pergerakan menuju kawasan hutan,” terangnya.

 

× Advertisement
× Advertisement