Badan Narkotika Nasional Perwakilan (BNNP) Provinsi Maluku Utara, menggelar kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di lokasi strategis dalam wilayah Kota Ternate.
P4GN yang dilakukan BNNP Maluku Utara bertujuan untuk mencegah penyebaran penggunaan narkotika di masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) cabang Ternate dengan melaksanakan tes urine bagi jajaran manager hingga karyawan yang bertempat di aula kantor PT. Pelindo cabang Ternate, Jumat, 9 Oktober 2026.
Manager Operasi PT.Pelindo Cabang Ternate, Irwin Adrian Noer menyampaikan, pelaksanaan tes urine telah menjadi agenda rutin tahunan.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk keseriusan Pelindo Cabang Ternate dalam memastikan lingkungan kerja yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Ia juga mengingatkan karyawan yang sedang menjalani pengobatan atau mengonsumsi obat-obatan tertentu agar menyampaikan informasi tersebut kepada tim pelaksana tes urine dari BNNP Malut. Hal ini penting untuk membantu proses pemeriksaan dan memastikan hasil tes ditindaklanjuti secara tepat.
Sementara itu, Kepala BNNP Maluku Utara, Bruigjen Pol. Mirzal Alwi yang diwakili Ketua Tim Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), Hairuddin Umaternate menyampaikan apresiasi kepada PT Pelindo atas komitmennya melaksanakan tes urine secara berkala sebagai bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja.
Hairuddin juga menjelaskan berbagai bahaya penyalahgunaan narkoba, termasuk ciri-ciri yang dapat menjadi indikasi seseorang mengalami masalah akibat penggunaan zat terlarang. Ia juga mengingatkan tentang perkembangan modus penyalahgunaan narkoba, termasuk potensi penggunaan zat berbahaya dalam cairan vape yang kandungannya zat Narkotika etominade.
Dirinya juga menyoroti penyalahgunaan ganja dan sabu-sabu yang perlu diwaspadai di kalangan pekerja. Menurutnya, penggunaan narkoba dengan alasan menjaga stamina atau meningkatkan kemampuan bekerja merupakan tindakan berisiko yang dapat mengancam kesehatan, keselamatan, dan produktivitas.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga diberikan pemahaman mengenai bahaya tembakau sintetis atau yang dikenal dengan sebutan tembakau gorila, serta dampak buruknya terhadap kesehatan.
Hairuddin turut menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi peredaran gelap narkoba melalui jalur laut di wilayah Maluku Utara. Sebagai wilayah kepulauan, jalur distribusi barang, termasuk melalui peti kemas, perlu mendapat perhatian bersama guna mencegah kemungkinan penyelundupan narkotika.
Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan oleh BNN sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, instansi pemerintah, dan dunia usaha.
Menurutnya, BNN Maluku Utara juga menyediakan layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba sebagai bagian dari upaya pemulihan. Dengan demikian, penanganan permasalahan narkoba tidak hanya berfokus pada pemberantasan, tetapi juga mencakup pencegahan dan pemulihan bagi mereka yang membutuhkan.
“Melalui pelaksanaan tes urine dan edukasi P4GN ini, BNNP Maluku Utara berharap komitmen PT Pelindo dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi perusahaan lainnya dalam membangun budaya kerja yang sehat, disiplin, dan produktif,” jelasnya.











