TernateNews – Ketua Umum Bhayangkari yang juga merupakan istri Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Juliati Sigit Prabowo, bersama rombongan resmi melaksanakan program “Bhayangkari Peduli” di Maluku Utara.
Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026, dengan melaksanakan beberapa kegiatan sosial yang menyasar ke masyarakat diantaranya, pelayanan kesehatan, penyaluran bantuan sosila (bansos), hingga pembangunan sumur bor dan pembangunan MCK.
Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Arif Budiman, mengatakan, program Bhayangkari Peduli sebelumnya dilaksanakan di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di wilayah terdampak bencana.
“Setelah dari NTT, kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan ke Maluku Utara,” kata Irjen Arif.
Di Maluku Utara, program Bhayangkari Peduli mencakup dua agenda utama, yakni bakti kesehatan dan bakti sosial.
Dalam kegiatan bakti kesehatan, agenda tersebut dipusatkan di Polda Maluku Utara dan RSUD Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, dengan Sebanyak 1.100 orang untuk pemeriksaan kesehatan secara gratis.
Selain pemeriksaan kesehatan, Bhayangkari juga menggelar sunatan massal bagi 50 anak, pemeriksaan gigi bagi 30 anak SLB dan SD, serta pemeriksaan mata sekaligus pembagian kacamata baca kepada 100 orang lanjut usia (lansia).
“Pelayanan kesehatan turut diberikan kepada 100 ibu hamil berupa pemeriksaan kesehatan dan pemberian vitamin. Sementara itu, sebanyak 145 anak stunting mendapatkan pemeriksaan kesehatan sekaligus bantuan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Ketua Umum Bhayangkari turut menyerahkan alat bantu kepada 50 penyandang disabilitas dan lansia yang membutuhkan.
Sementara tindakan medis lainnya meliputi operasi bibir sumbing terhadap tiga orang dan operasi katarak bagi 30 orang.
Dalam bidang sosial, program Bhayangkari Peduli juga diwujudkan melalui penyaluran 2.500 paket bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat turut diberikan melalui pembangunan sarana mandi, cuci, kakus (MCK) dan sumur bor.
“Secara keseluruhan, terdapat sembilan titik sarana dasar yang dibangun di enam desa, terdiri dari tiga titik MCK dan enam titik sumur bor,” jelasnya.
Sementara Di Kota Tidore Kepulauan, pembangunan MCK dilakukan di Desa Akekolano dan Desa Galala. Pembangunan sumur bor dibangun masing-masing satu titik di Desa Akekolano dan dua titik di Desa Galala.
Sedangkan di Kabupaten Halmahera Utara, satu titik MCK dibangun di Desa Talaga Paca. Adapun tiga titik sumur bor masing-masing berada di Desa Talaga Paca, Desa Supu dan Desa Ngofakiaha.
“Pembangunan sarana tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi yang layak, terutama di tengah kondisi musim kemarau panjang,” katanya.
Menurut Arif, kegiatan Bhayangkari Peduli bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat.
“Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya.











