TernateNews – Kepolisian Daerah Maluku Utara terus mendorong upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui peningkatan kesadaran masyarakat serta penguatan sinergi lintas sektor.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Dialog Berjaringan RRI Program “Aspirasi Seribu Pulau Maluku-Maluku Utara” yang berlangsung di Kantor RRI Ternate, Kamis, 3 September 2026.
Pembahasan dalam dialog berfokus pada kondisi dan ancaman Karhutla di wilayah Maluku Utara, termasuk berbagai aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, tercatat 130 kejadian kebakaran dengan luas lahan terdampak mencapai 458,76 hektare.
Meskipun belum memakan korban jiwa, kondisi ini menjadi perhatian bersama mengingat Karhutla dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, perekonomian, serta aktivitas sosial masyarakat.
Dirbinmas Polda Maluku Utara Kombes Pol. Moch. Irvan, menekankan, pentingnya masyarakat yang berperan aktif dalam mencegah terjadinya Karhutla.
Menurutnya, salah satu langkah sederhana namun sangat penting adalah menghindari pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar. Kebiasaan membakar sampah secara sembarangan menjadi pencegahan dini ditengah – tengah kondisi cuaca panas dan kering yang dapat mempercepat penyebaran api.
“Pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat, tetapi membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh masyarakat. Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api,” ujar Kombes Pol. Dirbinmas Polda Maluku Utara Kombes Pol. Moch. Irvan.
Selain meningkatkan kesadaran masyarakat, pihak kepolisian juga mendorong peningkatan patroli dan pemantauan di wilayah yang memiliki potensi kerawanan Karhutla. Langkah tersebut perlu dilakukan secara bersama-sama dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan seluruh elemen masyarakat.
“Masyarakat juga diimbau untuk memastikan api benar-benar padam setelah melakukan aktivitas yang menggunakan api di sekitar kawasan perkebunan maupun hutan. Apabila menemukan titik api atau kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” ujarnya.
Pihaknya menilai, sinergitas lintas sektor menjadi salah satu kunci dalam menghadapi ancaman Karhutla. Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, akademisi, serta masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan sekaligus membangun budaya peduli lingkungan.
Dirinya menegaskan, bahwa melalui kegiatan dialog publik tersebut, Polri juga terus memperkuat komunikasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari langkah preventif dalam menjaga keamanan, keselamatan, serta kelestarian lingkungan di wilayah Maluku Utara.
“Polda Maluku Utara mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Jangan menunggu api membesar, cegah sejak dini demi menjaga hutan, lahan, lingkungan, dan keselamatan bersama,” jelasnya mengakhiri.














