TernatenNews – Polda Maluku Utara masi mengalami kesulitan dalam mengungkap identitas pelaku atau OTK yang diduga melakukan pembunuhan seorang warga Desa Banemo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah.
Korban yang bernama Ali Daud (65 tahun) itu ditemukan meninggal dunis di kawasan hutan Desa Bobani Jaya atau lebih tepatnya pada area kebun miliknya pada 2 April 2026 lalu.
Saat ini penyidik krimum Polda Malut sudah melakukan serangkain penyelidikan seperti, olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan barang bukti, autopisi jenazah korban, pemeriksaan para saksi dan para ahli, hingga pengunaan citra satelit.
Namun, hingga saat ini pihak penyidik Ditreskrimum Polda Malut belum menemukan tanda – tanda identitas pelaku.
Dirreskrimum Polda Malut, Kombes Pol. I Gede Putu Widyana dalam konferensi persnya mengaku, hasil penyelidikan telah menemukan sejumlah barang bukti diantaranya beberapa buah pala milik korban yang berserahkan, anak panah tradisional hingga tiga jejak kaki yang mengarah ke kawasan hutan ditemukan sekitar 2 km dari jangakuan lokasi kejadian perkara. Serta bekas aktivitas kelompok yang terlihat di ranting cabang pohon.
“Selain itu, parang kebun milik korban setelah kejadian juga tidak ada dilokasi. Hasil autopsi menunjukan ada sekitar 19 luka tajam yang menyebar disekitar tubuh hingga mengakibatkan kerusakan pada organ – organ vital,” kata Kombes Pol. I Gede Putu Widyana, Kamis, 24 September 2026.
Ia mengaku, sejauh ini penyidik belum tau secara pasti apa yang menjadi motif dibalik pembunuhan tersebut. Namun, hasil penelusuran secara ilmiah dilapangan menemukan karakteristik pelaku punya kesesuaian dengan kelompok dengan aktivitas mengeluarkan suara ketika sedang beraktivitas di kawasan hutan.
“Dari fakta-fakta penyelidikan dan berdasarkan keseluruhan hasil penyelidikan yang diperoleh penyidik tidak memilik bukti mendukung dugaan pembunuhan saudara AD itu dilakukan oleh masyarakat Desa Sibenpopo. Kesimpulan tersebut sepenuhnya didasarkan pada fakta, alat bukti, analisis ilmiah, dan pendapat para ahli,” jelasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Hadi Poerwanto menambahkan, kasus pembunuhan tersebut akan terus diungkap penyidik terkait identitas pelaku tersebut.
“Jadi untuk korban AD ini, penyidik akan terus mengungkap siapa pelakunya, karena ini arahan Kapolda juga. Jadi mohon minta waktunya karena kita tidak boleh asumsi liar juga,” pungkasnya.













