TernateNews : Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara, mengungkap motif dugaan pembunuhan di Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan.
Korban diketahui berinisial KRS alias Kristan. Ia diduga dibunuh oleh seorang pelaku berinisial AR lantaran merasa sakit hati kepada korban.
Korban yang merupakan seorang pekerja las di PT. BTG ZJYC Kawasi yang berasal dari Kampung Horna Baru, Atika, Distrik Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat (Pabar) dihabisi pelaku AR pada Jumat, 17 April 2026.
Kapolres Halmahera Selatan, AKBP Hendra Gunawan saat dikonfirmasi, Jumat, 29 Mei 2025 menyatakan, dugaan pembunuhan yang terjadi di Pulau Obi beberapa waktu lalu itu dengan motif sakit hati antara terduga pelaku dan korban.
“Motif pembunuhan terduga pelaku sakit hati terhadap korban. Pelaku sakit hati karena saat minum bersama, korban suka memukul pelaku, sehingga pelaku langsung menusuk korban dengan pisau,” ungkap Kapolda.
Kapolres menjelaskan, dalam tahap penyelidikan yang dilakukan, sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan oleh tim penyidik Polres Halmahera Selatan. “Saksi yang diperiksa enam orang dan satu orang dokter,” akunya.
Jenazah korban lanjut Kapolres tidak dilakukan otopsi dan berkas perkara kasus tersebut sudah pelimpahan tahap I ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan.
Kapolres menegaskan, terduga pelaku disangka melanggar Pasal 458 atau pasal 466 ayat (3) tentang pembunuhan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia.
Sekedar diketahui, setelah melakukan aksinya terduga pelaku melarikan diri dan berpindah-pindah lokasi persembunyian mulai dari wilayah Seram hingga akhirnya berada di Kota Ambon, Provinsi Maluku.
Pelarian, AR itu berhasil digagalkan dan dilakukan penangkapan oleh tim gabungan dari Unit Resmob Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Halmahera Selatan bersama jajaran kepolisian di Maluku.
Operasi penangkapan dipimpin langsung oleh Kapolsek Obi, Ipda Daffa Raissa Putra, bersama Kanit Resmob Polres Halmahera Selatan dan didukung penuh oleh tim Resmob Polres Seram Bagian Barat (SBB).












