TernateNews.com, Halmahera Timur – Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur terus memperkuat ketahanan pangan sebagai salah satu strategi pengendalian inflasi daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui penanaman perdana demonstration plot (demplot) bawang merah varietas Bima Brebes di Desa Tutuling Jaya, Kecamatan Wasile Timur, Minggu (2/8/2026).
Program yang melibatkan Kelompok Tani Sumber Rejeki itu diharapkan mampu meningkatkan produksi komoditas hortikultura strategis, sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan bawang merah dari luar daerah sehingga pasokan dan harga di pasar menjadi lebih stabil.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Fadhil Muhammad, mengatakan pengembangan demplot bawang merah merupakan salah satu langkah nyata Bank Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di Maluku Utara.
Menurutnya, peningkatan produksi komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti bawang merah akan memberikan dampak langsung terhadap pengendalian inflasi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui hasil panen yang lebih optimal.
Fadhil menjelaskan, demplot tersebut dikembangkan di atas lahan seluas satu hektare yang dibagi menjadi empat petak masing-masing seluas 0,25 hektare. Program ini menggunakan sekitar 1.200 kilogram benih bawang merah varietas Bima Brebes dengan masa tanam berkisar 55 hingga 65 hari.
“Seluruh proses budidaya akan didampingi tenaga ahli mulai dari penanaman, pemeliharaan hingga panen. Dengan pendampingan tersebut, produktivitas bawang merah diproyeksikan mencapai sekitar 8 hingga 10 ton per hektare,” kata Fadhil.
Pada kesempatan yang sama, Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur juga melaksanakan panen raya padi di Pondok Pesantren Ibadurrahman sebagai bagian dari implementasi Program Kemandirian Pangan Pesantren.
Program budidaya padi yang dimulai sejak 2025 di lahan seluas satu hektare kini telah berkembang menjadi enam hektare melalui konsep pertanian terintegrasi. Dengan pengelolaan yang semakin baik, produktivitas panen diperkirakan mencapai lima hingga enam ton gabah per hektare.
Fadhil menegaskan, pengembangan pertanian di Pondok Pesantren Ibadurrahman merupakan hasil sinergi berkelanjutan antara Bank Indonesia bersama berbagai pemangku kepentingan. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan sarana dan prasarana, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar tercipta ekosistem pertanian yang mandiri dan berkelanjutan.
“Sejak 2022, Bank Indonesia telah memberikan berbagai dukungan, mulai dari pelatihan kewirausahaan, pembangunan kandang sapi dan greenhouse, bantuan Rice Milling Unit (RMU), mesin tanam padi, combine harvester, mesin pencacah, hingga pelatihan hilirisasi bawang merah dan penguatan kapasitas pertanian,” ucapnya.
Pada 2026, dukungan tersebut akan dilanjutkan melalui Program AIR Berkah Indonesia yang mencakup pelaksanaan capacity building dan bantuan unit usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Program ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi pesantren melalui pengembangan unit usaha produktif yang berkelanjutan.
Selain di Pondok Pesantren Ibadurrahman, komitmen Bank Indonesia dalam mendukung sektor pertanian di Kabupaten Halmahera Timur telah berjalan sejak 2014 melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan kelompok tani.
Berbagai bantuan telah disalurkan kepada sejumlah kelompok tani, di antaranya laboratorium, rumah pengering, rumah produksi, sensor teknologi, kandang sapi, combine harvester, traktor, mesin pencacah hingga kolam silase. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya modernisasi pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas petani.
Bank Indonesia berharap sinergi yang terus diperkuat bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur dapat membangun ekosistem pertanian yang lebih tangguh dan berdaya saing. Melalui peningkatan produksi pangan, modernisasi sarana pertanian, serta penguatan kapasitas petani, diharapkan ketahanan pangan semakin kuat, inflasi tetap terkendali, dan pertumbuhan ekonomi daerah berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan.














