SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maluku Utara
Beranda / Maluku Utara / Mahasiswa KKN UGM, Harita Nickel dan Warga Bahu-Membahu Jaga Pesisir Desa Soligi

Mahasiswa KKN UGM, Harita Nickel dan Warga Bahu-Membahu Jaga Pesisir Desa Soligi

Inisiatif penanaman Mangrove berawal dari riset tim KKN UGM untuk membantu memulihkan ekosistem pesisir Soligi yang rentan tergerus abrasi. (Dok. Harita Nickel/TN).

TernateNews.com, Halmahera Selatan – Abrasi perlahan mengikis garis pantai Desa Soligi di Pulau Obi. Untuk membantu menjaga kawasan pesisir tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Insan Harita, Pemerintah Desa Soligi, Komunitas Tongke, serta para pelajar menanam 380 bibit mangrove bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia.

Bagi masyarakat Soligi, mangrove bukan sekadar deretan pohon di tepi pantai. Vegetasi ini menjadi benteng alami yang membantu menahan abrasi, menjaga habitat berbagai biota pesisir, sekaligus menopang kehidupan masyarakat yang bergantung pada ekosistem laut.

Dosen Psikologi Unkhair Gelar Psikoedukasi Seksual untuk Tingkatkan Perlindungan Diri Siswa SRMP 26 Ternate

Desa Soligi memiliki kawasan mangrove seluas sekitar 23 hektare. Sebagian kawasan mengalami degradasi akibat pemanfaatan akar mangrove sebagai kayu bakar selama bertahun-tahun. Karena itu, rehabilitasi mangrove menjadi salah satu langkah penting untuk memulihkan fungsi ekologis pesisir sekaligus memperkuat ketahanan kawasan dari ancaman abrasi.

Program rehabilitasi ini berawal dari riset yang dilakukan tim KKN UGM sebelum diterjunkan ke Pulau Obi. Hasil kajian menunjukkan Desa Soligi membutuhkan langkah adaptif untuk menjaga kawasan pesisir melalui rehabilitasi mangrove.
Mahasiswi Fakultas Kehutanan UGM, Sofa Nur Aziza, mengatakan hasil riset tersebut menjadi dasar timnya memilih penanaman mangrove sebagai program utama di Desa Soligi.

Seluruh peserta penanaman mangrove membentangkan spanduk komitmen bersama usai melakukan penanaman bibit mangrove di Desa Soligi, Halmahera Selatan. (Dok. Harita Nickel/tn). 

 

BPJS Ketenagakerjaan Ternate dan Universitas Khairun Perkuat Sinergi Perlindungan Jaminan Sosial Melalui Penandatanganan MoU

 

“Sebelum datang ke Pulau Obi, kami mempelajari kondisi Desa Soligi dan melihat kawasan ini sangat dekat dengan pesisir. Karena itu, kami menginisiasi penanaman mangrove sebagai salah satu upaya untuk membantu mengurangi risiko abrasi sekaligus melindungi masyarakat,” ujarnya.

Kolaborasi ini juga melibatkan Komunitas Tongke yang selama ini mengelola nursery mangrove di Desa Soligi. Seluruh bibit yang ditanam berasal dari pembibitan yang dirawat masyarakat setempat, sehingga upaya rehabilitasi telah dimulai sejak tahap pembibitan dan akan berlanjut melalui pemeliharaan setelah penanaman.

Namun, penanaman hanyalah langkah awal. Keberhasilan rehabilitasi ditentukan oleh kemampuan mangrove bertahan dan tumbuh menjadi ekosistem yang mampu melindungi pesisir. Karena itu, pemantauan dan penyulaman menjadi bagian penting setelah penanaman dilakukan.

Marine Environmental Monitoring Foreman Harita Nickel, Aldico Satria Ganesa, menjelaskan bibit mangrove yang baru ditanam masih rentan terhadap gelombang, arus, dan material yang terbawa air. Karena itu, perusahaan bersama para mitra akan melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan pertumbuhannya berjalan optimal.

Kapolda Bakal Tindak Tambang Ilegal di Malut Melalui Pemetaan Wilayah

“Mangrove yang baru ditanam masih membutuhkan pendampingan. Kami akan melakukan monitoring dan penyulaman bila diperlukan agar bibit dapat tumbuh dengan baik. Ketika mangrove berkembang, manfaatnya akan kembali dirasakan masyarakat sebagai pelindung alami kawasan pesisir,” katanya.

Inisiator Komunitas Tongke sekaligus Guru SMP Negeri 39 Halmahera Selatan, Rusman Baharudin, menilai kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci menjaga keberlanjutan rehabilitasi mangrove di Soligi.
“Abrasi menjadi tantangan bagi masyarakat pesisir. Karena itu, upaya seperti ini harus dilakukan bersama dan berkelanjutan. Nursery yang kami kelola akan terus mendukung pemeliharaan bibit hingga tumbuh menjadi benteng alami bagi pesisir Desa Soligi,” ujarnya.

Penanaman di Desa Soligi merupakan bagian dari rehabilitasi mangrove yang dijalankan Harita Nickel sejak 2021. Hingga kini, perusahaan telah menanam lebih dari 67 ribu bibit mangrove di empat lokasi di Kabupaten Halmahera Selatan, disertai pembibitan, pemeliharaan, dan pemantauan untuk memastikan mangrove tumbuh berkelanjutan.

Bibit mangrove yang ditanam hari ini mungkin masih kecil. Namun, ketika kelak tumbuh menjadi hutan mangrove yang kokoh, akar-akarnya akan membantu menahan abrasi, menjaga habitat biota pesisir, sekaligus melindungi kehidupan masyarakat Soligi. Dari kolaborasi berbagai pihak, harapan bagi masa depan pesisir yang lebih tangguh mulai tumbuh.

Berita Terkait

Berita Terbaru

× Advertisement
× Advertisement