TernateNews – Sebuah speed boat rute Sofifi – Ternate dikabakrkan mengalami mati mesin (engine failure) ditengah – tengah kondisi asap kabut yang melanda Kota Ternate dan sekitarnya.
Akibat kondisi tersebut membuat jarak pandang motoris terbatas dan sempat ilang arah ketika sedang membawa 18 penumpang ke Ternate.
Peristiwa menegangkan tersebut bermula sekitar pukul 13.30 WIT. Saat Piket SAR Dit Polairud Polda Malut menerima panggilan darurat dari salah satu penumpang bernama Fahrudin.
Ia melaporkan bahwa armada speed boat yang mereka tumpangi di bawah komando Nakhoda Gafur mendadak mati mesin di tengah laut. Situasi kian kritis karena jarak pandang sangat terbatas akibat tertutup kabut tebal akhirnya membuat posisi kapal rentan terombang-ambing dan membahayakan keselamatan.
Direktur Polairud Polda Malut, Kombes Pol. Azhari Juanda, mengatakan Tim SAR bergerak cepat merespons dan melakukan langkah untuk mengantisipasi potensi terjadinya kecelakaan tersebut.
“Pukul 13.40 WIT, Petugas merespons dengan memberikan panduan navigasi darurat via telepon langsung kepada Nakhoda Gafur untuk mengarahkan haluan menuju titik aman di Pelabuhan Semut Mangga Dua, Ternate,” ujar Azhari.
”Sekitar pukul 13.45 WIT, Tim SAR Dit Polairud telah standby dan bersiaga penuh di area Pelabuhan Semut sembari berkoordinasi erat dengan pihak Syahbandar guna mengantisipasi skenario evakuasi terburuk,” sambungnya.
Pada akhirnya sekitar Ppukul 15.45 WIT, Berkat panduan intensif dan kesiapsiagaan tim di lapangan, SB Mujahid berhasil menembus kegelapan serta kabut tebal hingga akhirnya sandar dengan selamat di Pelabuhan Semut Ternate.
Seluruh penumpang dan kru kapal yang terdiri dari 18 orang penumpang serta 2 orang ABK dinyatakan dalam kondisi sehat dan selamat tanpa cedera sedikit pun.
Langkah quick response ini menjadi wujud nyata komitmen Dit Polairud Polda Maluku Utara dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik demi keselamatan masyarakat pengguna jasa transportasi laut di wilayah Maluku Utara.










