SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maluku Utara
Beranda / Maluku Utara / Inovasi Pendidikan: Tim PKM Unkhair Kembangkan Materi IPAS Berbasis QR Code di SD Negeri 85 Kota Ternate

Inovasi Pendidikan: Tim PKM Unkhair Kembangkan Materi IPAS Berbasis QR Code di SD Negeri 85 Kota Ternate

Inovasi Pendidikan: Tim PKM Unkhair Kembangkan Materi IPAS Berbasis QR Code di SD Negeri 85 Kota Ternate. (Foto: Ist).

TernateNews.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Khairun (Unkhair) melakukan terobosan dalam dunia pendidikan dasar dengan mengembangkan dan mengimplementasikan materi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) berbasis QR Code. Kegiatan inovatif ini diselenggarakan di SD Negeri 85 Kota Ternate pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Program ini merupakan wujud kolaborasi strategis antara dosen dan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) serta Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Unkhair dengan pihak sekolah. Fokus utama pengabdian ini adalah meningkatkan kualitas pendidikan dasar melalui inovasi teknologi yang aplikatif, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan spesifik mitra.

Kapolres Sula Kunker ke Polsek Sanana, Tinjau Fasilitas Pelayanan dan Kamtibmas Masyarakat

Pendekatan Berbasis Kebutuhan
Sebelum pelatihan dilaksanakan, Tim PKM Unkhair telah melakukan observasi lapangan dan analisis kebutuhan. Hasil dari observasi tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk kegiatan pelatihan terpadu yang melibatkan 11 guru SD Negeri 85 Kota Ternate.

 

Pelatihan ini dibagi ke dalam beberapa sesi interaktif yang diisi oleh para ahli di bidangnya: Pembuatan Video Pembelajaran, dibawakan oleh pemateri Nuz Chairul Mugrib, S.Hum., M.Li, Pembuatan Kuis Interaktif, dipandu oleh Roni Kurniawan, S.Pd., M.Pd, Pembuatan Modul Pembelajaran Berbasis QR Code, disampaikan oleh Andi Ramadani, S.Pd., M.Pd.

PT Feni Dorong Kolaborasi Demi Pembangunan dan Kesejahteraan di Halmahera Timur

Ketua Tim PKM Unkhair, Roni Kurniawan, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari tantangan nyata yang dihadapi tenaga pendidik di lapangan. “Kegiatan ini merupakan respon positif dari hasil observasi tim kami yang melihat masih kurangnya pemanfaatan media pembelajaran interaktif yang selaras dengan kurikulum dan perkembangan teknologi. Selain itu, kami juga melihat adanya keterbatasan guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis digital,” ungkap Roni.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata dari program Kemendiktisaintek berdampak. “Ini juga menjadi implementasi dalam mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi pada aspek pengabdian masyarakat, penerapan teknologi tepat guna, dan peningkatan kualitas pembelajaran. Program ini juga mendorong pembelajaran kolaboratif, keterlibatan mahasiswa di luar kampus, serta penguatan kemitraan dengan masyarakat.” ujarnya.

Disambut Antusias oleh Pihak Sekolah

Penyakit Jantung Diduga Jadi Penyebab Kematian Driver Ojol di Ternate

Kepala SD Negeri 85 Kota Ternate, Nuryani Taufik, S.Pd., menyambut antusias program pelatihan ini dan menyoroti pentingnya adaptasi teknologi di kalangan pendidik.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, khususnya guru-guru, karena tuntutan zaman dan perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kesiapan guru dan tenaga pendidik di sekolah. Kami berharap setelah kegiatan ini, tetap dilakukan pendampingan dan evaluasi secara berkesinambungan oleh pihak Tim Pelaksana Pengabdian,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan tersebut, Tim PKM Unkhair—yang juga didukung oleh dosen anggota Yusuf Maronta, S.Pd., M.Pd., serta jajaran mahasiswa (M. Rizky, Tutul, Hatija, Wa Ode Nurwali, Melisa Putri, dan M. Guntur Arjon)—berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan evaluasi. Langkah ini dipastikan akan terus berjalan hingga modul pembelajaran berbasis QR Code benar-benar siap dan dapat diimplementasikan secara optimal kepada para siswa.

Berita Terkait

× Advertisement
× Advertisement